Home Daerah “Green Colonialism”, Nobar Pesta Babi  dan Penolakan Geothermal di Telaga Rano oleh Suku Sahu
DaerahHalbar

“Green Colonialism”, Nobar Pesta Babi  dan Penolakan Geothermal di Telaga Rano oleh Suku Sahu

Share
Foto Nobar dan Diskusi Pesta Babi
Share

Babacarita.com –  Ratusan warga menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” yang dirangkaikan dengan diskusi bertema Green Colonialism di kawasan Telaga Rano, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Rabu (27/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi atas kemiripan perjuangan masyarakat adat Papua Selatan dengan masyarakat adat Suku Sahu yang saat ini menolak rencana eksploitasi geothermal di wilayah Telaga Rano.

Film “Pesta Babi” yang diputar dalam kegiatan itu menggambarkan perjuangan masyarakat adat Papua Selatan dalam mempertahankan ruang hidup mereka dari ancaman perampasan tanah dan eksploitasi atas nama pembangunan. Narasi dalam film tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kondisi yang kini dihadapi masyarakat adat Sahu di Halmahera Barat.

Diskusi dipantik oleh Anggota DPRD Halmahera Barat, Herman Sidete, yang menyoroti praktik “green colonialism” atau kolonialisme hijau, yakni eksploitasi sumber daya atas nama energi bersih namun berpotensi mengorbankan hak-hak masyarakat adat.

Menurut Herman, pembangunan energi baru terbarukan tidak boleh mengabaikan keberadaan masyarakat adat yang selama ini hidup dan menjaga kawasan Telaga Rano.

“Pembangunan dengan label hijau jangan sampai justru menjadi bentuk baru penjajahan terhadap masyarakat adat. Negara dan perusahaan harus mendengar suara masyarakat yang hidup dan bergantung pada ruang itu,” ujarnya dalam diskusi.

Ia menilai perjuangan masyarakat Papua Selatan dan masyarakat adat Sahu memiliki kesamaan, yakni mempertahankan tanah, hutan, dan sumber kehidupan dari ancaman eksploitasi yang datang atas nama investasi dan pembangunan.

Sementara itu, tokoh pemuda Desa Gamsungi, Osfaldo Kristofel Beno, menyerukan agar gerakan penolakan terhadap proyek geothermal di Telaga Rano terus digaungkan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Osfaldo mengatakan Telaga Rano bukan sekadar kawasan biasa, melainkan bagian dari identitas, sejarah, dan ruang hidup masyarakat adat Sahu yang harus dijaga bersama.

“Kami tidak boleh diam. Penolakan terhadap geothermal di Telaga Rano harus terus disuarakan, karena ini menyangkut masa depan tanah adat dan lingkungan hidup masyarakat Sahu,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemuda di Halmahera Barat untuk memperkuat solidaritas bersama masyarakat adat di berbagai daerah yang mengalami persoalan serupa akibat ekspansi investasi.

“Kami tidak tahu secara teori soal kerusakan lingkungan. Yang kami tahu, tanah leluhur harus tetap dijaga,” lanjutnya.

Sementara itu, Tiklas Pileser Babua yang juga merupakan bagian dari penyelenggara sekaligus koordinator kegiatan menyatakan kampanye penolakan geothermal akan terus disuarakan.

“Komunitas Rakara dan Lentera akan terus mengampanyekan penolakan geothermal lewat agenda diskusi dan nobar,” terang Tiklas yang juga mantan Ketua GMKI Cabang Jailolo.

Ia menambahkan, komunitas tersebut juga akan menyusun dokumen penolakan yang melibatkan masyarakat adat untuk kemudian disampaikan kepada Kementerian ESDM.

“Komunitas kami akan menyusun dokumen penolakan yang melibatkan masyarakat adat. Selanjutnya kami akan menyurati ESDM untuk membatalkan proyek ini,” tutupnya.

Kegiatan nobar dan diskusi berlangsung dengan penuh antusiasme. Warga yang hadir terlihat aktif berdialog mengenai ancaman terhadap ruang hidup masyarakat adat serta pentingnya menjaga kawasan Telaga Rano sebagai bagian dari warisan ekologis dan budaya masyarakat Sahu.(*)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
DaerahHalteng

Polres Halmahera Tengah Amankan Ratusan Miras di Kawasan Tambang

Weda,Babacarita.com - Peredaran minuman keras (miras) ilegal di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah...

DaerahHaltengHeadline

‎35,07 Gram Sabu Disita di Kawasan IWIP, Tiga Karyawan Swasta Diamankan Polisi ‎

Weda,Babacarita.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Halmahera Tengah mengungkap dugaan tindak pidana...

DaerahHeadlineTernate

Abdul Hamid Payapo, berhasil menunjukan komitmen menuntaskan longsoran ngade lebih cepat dari jadwal PHO

TERNATE,Babacarita.com - Penanganan longsoran di kawasan Ngade, Kota Ternate, akhirnya rampung lebih cepat...

DaerahHalbarHeadline

DPRD Halbar Kecam Penertiban Sepihak DKP Malut, Rompong Nelayan Dipotong Tanpa Kejelasan

HALBAR,Babacarita.com - Kebijakan penertiban sarana penangkapan ikan milik nelayan kecil di sejumlah...