Home Daerah Dari Halmahera ke Jakarta,Central Pemuda Halmahera Desak Pencabutan Izin PT NICO
DaerahEkonomiHalutNasional

Dari Halmahera ke Jakarta,Central Pemuda Halmahera Desak Pencabutan Izin PT NICO

Share
Gio Rugery Djoma
Share

Babacarita.com.- Gelombang protes terhadap dugaan praktik monopoli industri kelapa di Halmahera Utara kian memanas. Massa dari Central Pemuda Halmahera memastikan akan menggelar aksi besar dengan mengepung kantor pusat PT Natural Indococonut Organik di Jakarta pada Jumat, 8 Mei 2026.

Aksi ini dipicu oleh ketimpangan ekonomi yang dinilai merugikan petani kelapa di Maluku Utara, serta tudingan bahwa perusahaan telah menjalankan praktik monopoli yang membatasi akses pasar dan menekan harga di tingkat petani.

Komentator aksi, Gio Rugery Djoma, menyatakan bahwa keberadaan PT NICO tidak lagi memberi manfaat bagi masyarakat lokal, melainkan justru menjadi beban yang memperparah kondisi ekonomi petani.

“Kami tidak datang untuk berdialog manis. Kami datang untuk menagih janji kesejahteraan yang dikhianati. PT NICO telah gagal, dan negara tidak boleh kalah oleh syahwat monopoli korporasi,” tegas Gio, Rabu (6/5/2026).

Dalam aksinya nanti, massa membawa tiga tuntutan utama yang disebut sebagai “harga mati”., yang pertama Cabut Izin Lahan 5.000 Hektare Massa mendesak pemerintah, khususnya Menteri Pertanian, untuk mengevaluasi total atau mencabut izin pengelolaan lahan seluas 5.000 hektare milik PT NICO. Lahan tersebut dinilai tidak memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

Kedua Batalkan Perda No. 2/2025. Regulasi tentang hilirisasi kelapa dianggap sebagai “perda pesanan” yang menciptakan ketergantungan petani pada satu perusahaan dan menutup mekanisme pasar bebas.

Dan yang ketiga adalah Audit Kontribusi PAD. Central Pemuda Halmahera menuntut audit investigatif terhadap kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang diduga tidak transparan dan tidak sebanding dengan dampak eksploitasi sumber daya.

Gio juga menilai kebijakan hilirisasi yang digaungkan pemerintah daerah hanya menjadi alat legitimasi praktik kartel di sektor kelapa. Ia menyebut kondisi petani kini semakin terpuruk karena harga komoditas ditentukan secara sepihak.

“Jika pemerintah tetap tutup mata, maka aksi ini hanyalah awal. Kami siap menggalang kekuatan lebih besar untuk melawan monopoli di tanah Halmahera,” ujarnya.

Aksi yang akan dimulai sejak pagi hari di depan kantor pusat PT NICO tersebut diperkirakan berlangsung dengan eskalasi tinggi. Massa bahkan mengancam akan memperluas gerakan jika tuntutan mereka tidak segera direspons oleh pemerintah maupun pihak perusahaan.(*)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
DaerahHalteng

Cakades Terpilih Diduga Langgar Aturan,LPP Tipikor Desak DPRD Halteng Panggil dan Periksa Pihak Terkait 

Babacarita.com – Polemik dugaan keterlibatan Calon Kepala Desa (Cakades) terpilih Desa Fidi...

DaerahHeadlineTernate

Kuliah Sekejap,Jadi Sarjana Instan? Dugaan Mafia Ijazah Menggurita di IAI As-Siddiq

Oknum Anggota DPRD Jadi Aktor Jual Beli Ijazah di Kampus  Institut Agama...

DaerahHalteng

Miliaran Rupiah Drainase Digelontorkan, Kota Weda Tetap Banjir: Ke Mana Efektivitas Proyek APBD 2025

Babacarita.com – Jejak digital pengadaan pemerintah membuka fakta menarik sekaligus memunculkan pertanyaan...