Erik juga menekankan, jika Pemerintah Daerah membiarkan kondisi ini tanpa solusi konkret, maka dampaknya akan meluas terhadap masyarakat Loloda Utara secara keseluruhan, terutama pada potensi kenaikan harga bahan pokok.
“Ini adalah masalah berantai. Selain persoalan BBM, ada juga persoalan infrastruktur jalan Loloda yang hingga hari ini belum tuntas. Pemda harus hadir di tengah kesulitan masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman naiknya harga kebutuhan pokok,” tegas Erik.
Tidak hanya itu, GMNI Halmahera Utara juga mengingatkan bahwa persoalan BBM subsidi hingga saat ini belum ditangani secara serius dan menyeluruh. Erik kembali menegaskan bahwa praktik mafia subsidi yang menyebabkan kelangkaan BBM harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Pemda juga tidak boleh lupa bahwa sampai hari ini persoalan BBM subsidi belum ditangani secara tuntas. Tidak ada tindakan serius dalam memberantas mafia-mafia subsidi yang menyebabkan kelangkaan. Ini harus menjadi perhatian utama,” timpalnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kepentingan masyarakat, GMNI Halmahera Utara memastikan akan terus mengawal persoalan ini secara menyeluruh hingga ada solusi nyata dari pemerintah daerah.
“GMNI akan terus mengawal persoalan ini sampai batas toleransi,” tandasnya.
Penulis : Timred | Editor : Ikha

Leave a comment