Babacarita.com -Banjir yang kembali melanda Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Senin (1/6/2026) malam, tidak hanya merendam rumah-rumah warga dan fasilitas publik, tetapi juga menggenangi rumah Ketua DPRD Halmahera Tengah Zulkifli Hi Bayan.
Genangan air yang masuk hingga ke kawasan permukiman pejabat daerah menunjukkan bahwa persoalan banjir di Kota Weda telah menjadi masalah serius yang semakin sulit diabaikan. Air meluap ke sejumlah titik akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
Terendamnya rumah Ketua DPRD menjadi gambaran bahwa dampak banjir kali ini dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial maupun jabatan. Sebelumnya, banjir juga dilaporkan merendam sejumlah rumah warga di Desa Fidi Jaya, Wedana, dan Were, serta menggenangi beberapa ruangan penting di RSUD Weda hingga memaksa evakuasi pasien.
Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap efektivitas sistem drainase dan tata ruang Kota Weda yang dinilai belum mampu mengantisipasi meningkatnya debit air saat curah hujan tinggi.
Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menganggap banjir sebagai persoalan musiman semata, melainkan segera mengambil langkah konkret melalui penataan drainase, normalisasi saluran air, serta evaluasi pembangunan kawasan perkotaan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.
“Kalau rumah Ketua DPRD saja ikut terendam, ini menjadi alarm bahwa persoalan banjir di Kota Weda sudah berada pada level yang harus segera ditangani secara serius dan menyeluruh,” ujar salah seorang warga.(Red)

Leave a comment