Babacarita.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara memastikan kerusakan yang terjadi di Bendung Sangowo Barat, Kecamatan Morotai Timur, pascabanjir akibat cuaca ekstrem segera ditangani tanpa membebani anggaran negara.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama tujuh hari berturut-turut menyebabkan luapan air dan menggerus sebagian struktur tanah pendukung bendung. Dampak banjir juga merembet ke area perkebunan warga dan mengakibatkan 17 pohon kelapa mengalami kerusakan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa I BWS Maluku Utara, Muchlis Masud, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat melakukan penanganan bersama kontraktor pelaksana, PT PP, melalui inventarisasi kerusakan dan penyusunan langkah pemulihan.
“Kejadian banjir di Bendung Sangowo Kabupaten Morotai diakibatkan oleh curah hujan tinggi dalam tujuh hari terakhir. Hal ini berdampak pada terjadinya limpasan pada perkebunan warga dan kerusakan tanaman kebun kelapa sebanyak 17 pohon,” kata Muchlis, Minggu (14/6).
Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kerusakan utama terjadi pada tanggul tanah sisi kiri bendung sepanjang sekitar 20 meter. Area tersebut menjadi fokus utama pekerjaan perbaikan guna mengembalikan fungsi perlindungan bangunan bendung secara optimal.
Meski proyek Bendung Sangowo Barat memiliki nilai investasi sekitar Rp28 miliar, Muchlis menegaskan seluruh biaya pemulihan saat ini menjadi tanggung jawab penyedia jasa karena pekerjaan masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan dari PT PP dan penyedia jasa berkomitmen menyelesaikan perbaikan tersebut. Dari hasil pemeriksaan ke lapangan, perbaikan akan dilaksanakan pada area timbunan tanah kiri bendung serta pemasangan geobag untuk antisipasi banjir lanjutan,” ujarnya.
Di lapangan, proses penanganan telah berlangsung. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan pembersihan material, pengukuran area terdampak, serta perkuatan tanggul yang mengalami erosi akibat derasnya aliran sungai.
“Progress hari ini meliputi pekerjaan pembersihan dan pengukuran. Ekskavator sudah berada di lokasi dan melakukan pembersihan serta pekerjaan tanggul,” tambahnya.
BWS Maluku Utara menegaskan langkah percepatan perbaikan dilakukan untuk memastikan stabilitas jangka panjang Bendung Sangowo Barat tetap terjaga. Pemanfaatan masa pemeliharaan kontrak juga menjadi instrumen pengendalian mutu agar infrastruktur strategis tersebut dapat kembali berfungsi optimal dalam mendukung sistem irigasi dan ketahanan pangan di Kabupaten Pulau Morotai.(Red)

Leave a comment