Babacarita.com – Fasilitas Pasar Ikan Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, roboh pada Minggu (31/5/2026). Robohnya sebagian bangunan pasar tersebut diduga dipicu oleh konstruksi besi baja ringan yang telah mengalami korosi parah sehingga tidak lagi mampu menopang beban bangunan.
Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan kondisi pasar yang memprihatinkan. Sejumlah tiang penyangga, rangka atap, hingga bagian konstruksi lainnya tampak berkarat. Bahkan, sebelum roboh, struktur bangunan disebut telah mengalami pergeseran dan kemiringan selama beberapa bulan terakhir.
“Sudah lama terlihat miring dan bergeser. Kami khawatir sewaktu-waktu ambruk, dan ternyata benar terjadi,” ujar salah satu pedagang di pasar tersebut.
Para pedagang ikan mengaku selama ini terpaksa berjualan dalam kondisi yang tidak aman dan tidak nyaman. Selain rangka bangunan yang rapuh, atap seng pasar juga banyak yang bocor sehingga aktivitas perdagangan terganggu setiap kali hujan turun.
“Kami tidak tenang saat berjualan. Kalau hujan, atap bocor di mana-mana. Besi dan rangka bangunan juga sudah berkarat. Kami khawatir serpihan karat jatuh dan mengenai ikan yang dijual,” ungkap seorang pedagang.
Beruntung, peristiwa robohnya bangunan pasar tidak menimbulkan korban jiwa. Namun insiden tersebut semakin mempertegas buruknya kondisi fasilitas pasar yang selama ini menjadi tempat aktivitas ekonomi para pedagang ikan di Kota Weda.
Tidak hanya persoalan bangunan yang rusak, para pedagang juga mengeluhkan buruknya sistem sanitasi di pasar. Saluran air disebut tidak berfungsi dengan baik sehingga sering terjadi genangan dan penyumbatan yang menimbulkan bau tidak sedap akibat sampah dan limbah yang tidak tertangani secara rutin.
Ironisnya, Pasar Ikan Kota Weda yang berlokasi di Desa Fidi Jaya itu berada tepat di depan Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Tengah. Namun kondisi fasilitas yang menjadi urat nadi perdagangan hasil laut tersebut justru terkesan terbengkalai dan luput dari perhatian.
Peristiwa robohnya pasar ikan ini memicu sorotan terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya instansi terkait, yang dinilai lamban melakukan perawatan dan pengawasan terhadap fasilitas publik. Pedagang mendesak pemerintah segera melakukan renovasi total agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan aman dan layak
Jika tidak segera ditangani, kondisi pasar yang semakin rusak dikhawatirkan tidak hanya mengancam keselamatan pedagang dan pembeli, tetapi juga berpotensi mengganggu roda perekonomian masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Leave a comment